
Bunga anggrek dapat menjadi pilihan tanaman hias untuk mempercantik halaman rumah. Bentuk bunganya khas, pilihan warnanya beragam, dan beberapa jenis dapat dipelihara dalam pot maupun ditempelkan pada media tertentu. Namun, perawatan anggrek tidak bisa disamakan dengan tanaman yang biasa tumbuh di tanah.
Sebagian besar anggrek hias yang banyak dipelihara, seperti Phalaenopsis dan Dendrobium, merupakan anggrek epifit. Di habitat alaminya, tanaman tersebut tumbuh menempel pada pohon dan memperoleh udara melalui bagian akarnya. Karena itu, media yang terlalu padat dan terus-menerus basah justru dapat mengganggu pertumbuhan.
1. Pilih Bibit Anggrek yang Kondisinya Baik
Langkah pertama dimulai dari pemilihan tanaman. Jangan hanya melihat banyaknya bunga ketika membeli anggrek. Periksa kondisi daun, batang, serta akar.
Pilih tanaman dengan daun yang terlihat segar, tidak berlubang, tidak memiliki bercak mencurigakan, dan tidak menunjukkan tanda layu. Untuk Phalaenopsis, tanaman remaja yang sehat umumnya mempunyai beberapa helai daun dengan warna hijau segar.
Akar juga perlu diperhatikan. Akar yang sehat biasanya tampak kokoh dan tidak lembek atau berbau. Jika membeli tanaman dalam pot transparan, kondisi akar akan lebih mudah diperiksa sebelum dibawa pulang.
2. Tentukan Lokasi yang Sesuai di Halaman
Halaman rumah tidak selalu harus menjadi tempat yang terkena matahari sepanjang hari. Anggrek tertentu justru membutuhkan perlindungan dari cahaya matahari langsung.
Untuk anggrek bulan atau Phalaenopsis, area yang terang tetapi mendapat naungan lebih sesuai dibandingkan lokasi yang terkena terik matahari secara langsung. Panduan budidaya Phalaenopsis dari Kementerian Pertanian juga mencantumkan kebutuhan naungan untuk mengurangi paparan cahaya berlebihan.
Anda dapat menempatkan pot di:
- teras yang mendapatkan cahaya pagi;
- bawah paranet;
- bawah pohon yang tidak terlalu rimbun;
- rak tanaman yang terlindung dari matahari siang;
- area halaman dengan sirkulasi udara yang baik.
Hindari tempat yang terlalu gelap. Kekurangan cahaya dapat menyebabkan tanaman tetap menghasilkan daun, tetapi sulit memasuki fase pembungaan.
3. Gunakan Media Tanam yang Tidak Memadat
Kesalahan yang cukup sering dilakukan adalah menanam anggrek menggunakan tanah kebun biasa. Cara tersebut tidak sesuai untuk banyak jenis anggrek epifit karena akar membutuhkan ruang udara.
Media dapat menggunakan bahan berpori seperti kulit kayu, arang, akar pakis, atau bahan lain yang sesuai dengan jenis anggrek. Tujuannya bukan membuat pot menyimpan air sebanyak mungkin, melainkan menjaga keseimbangan antara kelembapan dan sirkulasi udara.
Pot juga sebaiknya memiliki lubang pembuangan yang cukup. Air yang tertahan terlalu lama di sekitar akar dapat meningkatkan risiko pembusukan.
4. Siram Berdasarkan Kondisi Media
Penyiraman anggrek tidak seharusnya dilakukan hanya berdasarkan jadwal tetap. Kondisi cuaca, jenis media, ukuran tanaman, kelembapan, serta sirkulasi udara ikut menentukan kebutuhan air.
Sebelum menyiram, periksa terlebih dahulu media tanam. Jika masih sangat basah, pemberian air sebaiknya ditunda. Pada musim hujan, tanaman yang berada di halaman bahkan mungkin tidak membutuhkan penyiraman tambahan.
Penyiraman pada pagi hari dapat menjadi pilihan praktis karena tanaman mempunyai waktu untuk mengering secara alami. Hindari membiarkan air menggenang di bagian sela-sela daun karena kondisi lembap yang menetap dapat meningkatkan risiko penyakit.
5. Berikan Cahaya Secukupnya
Cahaya berperan besar dalam pertumbuhan anggrek. Tanaman membutuhkan cahaya untuk menghasilkan energi, tetapi intensitas yang terlalu kuat dapat merusak daun.
Perhatikan perubahan warna daun sebagai salah satu petunjuk. Daun yang sangat gelap dapat menjadi tanda tanaman menerima cahaya yang kurang, sedangkan daun yang mengalami perubahan warna atau kerusakan akibat panas menunjukkan perlunya penyesuaian lokasi.
Jika halaman rumah mendapatkan matahari cukup kuat, gunakan paranet atau manfaatkan naungan pohon sebagai penyaring cahaya.
6. Berikan Pupuk Secara Teratur
Anggrek yang ditanam dalam pot memperoleh unsur hara dari media yang jumlahnya terbatas. Karena itu, pemberian pupuk dapat dilakukan sebagai bagian dari perawatan.
Gunakan pupuk yang memang diperuntukkan bagi anggrek dan ikuti takaran pada kemasannya. Pemberian pupuk dalam jumlah berlebihan bukan berarti tanaman akan tumbuh lebih cepat. Justru konsentrasi pupuk yang terlalu tinggi dapat mengganggu kondisi akar.
Pemupukan sebaiknya dilakukan ketika tanaman berada dalam kondisi sehat dan media memiliki kelembapan yang cukup.
7. Jaga Sirkulasi Udara
Letakkan pot dengan jarak yang tidak terlalu rapat. Ruang antartanaman memungkinkan udara bergerak dan membantu mengurangi kondisi terlalu lembap di sekitar daun maupun akar.
Halaman dengan atap terbuka sebagian atau teras yang memiliki aliran udara biasanya dapat dimanfaatkan, selama tanaman tetap terlindung dari hujan deras dan panas berlebihan.
Sirkulasi udara merupakan salah satu faktor penting karena akar anggrek epifit terbiasa berada pada lingkungan yang memiliki banyak ruang udara.
8. Pangkas Bagian yang Rusak
Perawatan tidak hanya dilakukan ketika tanaman sedang berbunga. Periksa tanaman secara berkala untuk mengetahui adanya daun menguning, bagian batang yang mengering, akar busuk, atau bagian tanaman yang terserang penyakit.
Gunakan alat potong yang bersih ketika melakukan pemangkasan. Bagian yang sudah mati dapat dibuang agar tidak menjadi sumber masalah bagi tanaman.
Jangan terburu-buru memotong bagian yang masih hijau hanya karena anggrek sudah selesai berbunga. Amati kondisinya terlebih dahulu karena tangkai tertentu masih dapat memberikan pertumbuhan baru.
9. Pindahkan Pot Jika Media Mulai Rusak
Media tanam anggrek tidak selamanya berada dalam kondisi baik. Bahan organik seperti kulit kayu atau media lainnya dapat mengalami pelapukan sehingga menjadi lebih padat dan menahan air.
Jika media sudah terlalu hancur, berbau, atau tidak lagi memberikan ruang yang cukup bagi akar, tanaman dapat dipindahkan ke media baru. Lakukan dengan hati-hati agar akar sehat tidak banyak mengalami kerusakan.
Waktu penggantian media juga sebaiknya mempertimbangkan kondisi tanaman. Jangan memindahkan anggrek secara sembarangan ketika tanaman sedang mengalami tekanan berat.
10. Amati Tanaman Setiap Hari
Budidaya anggrek di halaman rumah sebenarnya lebih banyak membutuhkan ketelitian daripada perlakuan yang rumit. Perhatikan perubahan kecil pada tanaman, mulai dari warna daun, kondisi akar, kelembapan media hingga munculnya tunas baru.
Dengan pengamatan rutin, kebutuhan tanaman dapat diketahui lebih cepat. Misalnya, media yang selalu basah dapat menjadi tanda bahwa frekuensi penyiraman perlu dikurangi, sedangkan daun yang mengalami kerusakan karena panas menunjukkan perlunya perubahan posisi.
BACA JUGA ARTIKEL TERKAIT :
